Umum dan Perlengkapan

 

https://setda.trenggalekkab.go.id/images/bagian_umum/Webpnet-resizeimage.jpg

8 Agustus 2024

[Trenggalek] – Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek baru saja menyelesaikan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk periode tahun anggaran 2023. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas sistem akuntabilitas yang diterapkan, serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki untuk mencapai tujuan kinerja yang lebih baik di masa depan.

Evaluasi ini dilakukan untuk menilai sejauh mana instansi telah mematuhi standar akuntabilitas kinerja yang ditetapkan, menganalisis pencapaian kinerja, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah.

Dalam hal Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek akan segera mengambil langkah-langkah untuk menerapkan rekomendasi yang telah dihasilkan dari evaluasi ini. Rapat tindak lanjut akan dilakukan untuk merumuskan rencana aksi yang konkret, serta memonitor dan mengevaluasi implementasi perbaikan yang diusulkan.

Menurut Inspektorat dalam hal ini sebagai tim evaluasi, “Evaluasi ini sudah baik dan  berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem agar dapatnya memberikan hasil yang lebih baik dan memenuhi harapan masyarakat serta memenuhi standar akuntabilitas yang tinggi.”

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugasnya. Implementasi rekomendasi yang dihasilkan dari evaluasi diharapkan dapat memperkuat sistem akuntabilitas kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi publik.

Festival bedug, sholawat dan qoshidah rebana kreasi yang diselenggarakan di Alon-alon Kabupaten Trenggalek sejak 26 Juli 2013 yang lalu telah ditutup secara resmi oleh Asisten III, Abdul Mu’id, Msi., pada Kamis, 01 Agustus 2013.

Dalam kesempatan tersebut ketua panitia Festival bedug menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek  karena telah memberikan dukungan penuh pada festival yang diselenggarakan untuk mengisi kegiatan pada bulan suci Ramadhan pada tahun ini. “Kami berharap untuk tahun-tahun yang mendatang kegiatan semacam ini tetap di selenggarakan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta  festifal serta memacu  kreasi para seniman dan seniwati di Kabupaten Trenggalek".

Sebelum memberikan sambutan penutupan, Asisten III menyerahkan piagam, thropi dan uang pembinaan kepada para pemenang berdasarkan hasil pengamatan dewan pengamat yang terbagi menjadi beberapa kategori. Yaitu kategori penilaian khusus dalam koreografi (rodat) dan kategori lomba seni tabuh bedhug, penyaji terbaik kategori anak-anak dan penyaji kategori seni sholawat.

Dalam sambutannya, Asisten III mengapresiasi kegiatan ini karena telah terselenggara dengan sukses dan lancar. Tabuh bedug, sholawat, cukup populer dan dikenal dalam masyarakat Trenggalek yang mayoritas beragama Islam. Selain itu pada umumnya  bedug dijadikan tanda dimulainya ibadah sholat dalam masyarakat Islam yang sekarang jarang dibunyikan. “Tapi Ini merupakan seni budaya yang patut dipertahankan, karena merupakan seni nuansa Islami” ucap Abdul Mu’id. Asisten III dalam kesempatan ini juga menyampaikan sedikit motivasi kepada para peserta jika kejuaraan bukan tujuan, tetapi sarana untuk kompetisi menuju peningkatan kualitas adalah yang utama. "Jangan lekas bangga apalagi terlena sehingga tidak mampu mempertahankan prestasi, yang kalah jangan putus asa masih banyak waktu biar di acara tahun depan bisa meraih juara", tegas Asisten di hadapan para undangan dan para peserta.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek gelar lokakarya sekaligus deklarasikan komitmen pembangunan berkelànjutan (Sustainable Development Goal), Senin (7/11) di Hall Hotel Jaas. Pemkab Trenggalek berkomitmen kuat terhadap upaya nasional maupun global dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan sendiri merupakan pembangunan yang didasari oleh hak asasi manusia, kesetaraan dan perlindungan lingkungan hidup. Selain dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda, Kepala SKPD, Camat, organisasi vertikal, organisasi wanita, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Sebelum pelaksanaan MDGs (Millenium Development Goals/Tujuan Pembangunan Milenium) berakhir pada tahin 2015, Indonesia berpartisipasi aktif dalam diskusi pembangunan pasca 2015. Indonesia telah membuka ruang penyelarasan, Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Tujuan dari TPB/SDGs tercermin dalam 20 prioritas pembangunan nasional. Adapun prioritas tersebut meliputi: tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak, pertimbunan ekonomi serta masih banyak yang lainnya.

Dilaporkan oleh Wakil Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut atas perintah bupati beberapa waktu lalu. "Poin pertama yang kita tekankan adalah pengentasan kemiskinan. Begitu banyak pengaruh kemiskinan terhadap semua perekonomian, sehingga perlunya untuk kita diskusikan untuk upaya pengentasannya," ungkapnya.

Dari 20 prioritas program SDGs, menurut Wabup Arifin perlu dilakukan pengelompokan, tentang mana-mana yang perlu dilakukan tindakan dengan pengalokasian kebijakan anggaran pemerintah daerah. Serta mana-mana yang bisa dilakukan penanganan yang bisa dilakukan gotong royong masyarakat.

"Dalam waktu dekat ini kami bersama BAPEDA akan melaunching Tim Pelayanan Terpadu Kemiskinan dan Kerentanan. Tim pelayanan terpadu ini nantinya akan mencakup semua aspek permasalahan kemiskinan yang ada, mulai dari kesehatan, pendidikan dan yang lainnya," kata Wabup.

"Report dari semua upaya akan kita sampaikan secara trasnparan kepada public, sampai dengan seluruh prioritas SDGs ini bisa tercapai. Bapak Bupati telah melakukan upaya keras untuk pencapaian target ini. Bahkan beliau mempunyai keinginan mempunyai angan, Trenggalek bisa mempunyai kampung insinyur. Dan telah ada 100 insinyur yang siap mensukseskan program ini," lanjutnya.

Banyak hal yang dilaporkan oleh wakil bupati dalam kesempatan ini, mulai dari kajian, perencanaan dan upaya pencapaian target yang akan dilakukan. Sedangkan Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya pembangunan berkelanjutan ini berhubungan dengan kehidupan keseharian. "Hal ini bukannya dikarenakan patuh terhadap pemerintahan pusat atau keinginan global. Namun hal ini karena kebutuhan kita bersama," ucap Bupati.

"Dengan tujuan yang sama, pastinya secara global akan ada fokus yang sama mengenai pembangunan berkelanjutan secara global. Pembangunan berkelanjutan ini sangat berhubungan kehidupan hak asasi manusia. Tidak ada lagi orang susah makan, tidak bisa mengakses pendidikan yang layak, maupun pemenuhan dibidang kesehatan dan beberapa kebutuhan lainnya," sambungnya.