Dalam rangka menjaga kelestarian alam, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar gerakan menanan sejuta pohon, Selasa (6/12), bersama Dispertabutbun serta menggandeng beberapa pihak. Gerakan yang dinamakan One Billion Indonesia Trees (OBIT) tahun 2016 tersebut dipusatkan di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Forkopimda, SKPD, TNI, Polri, Perhutani, serta para relawan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2016.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan, Ir. Joko Surono, tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah "Pohon dan Hutan Rakyat untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Sumber Devisa". Dispertahutbun bersama Beberapa pihak yang ikut mensukseskan kegiatan tersebut telah mempersiapkan bibit kayu hutan, buah-buahan maupun bibit lainnya. Adapun jumlahnya sebanyak 1.898.000 bibit, dengan rincian dari Perhutani 1.200.000 bibit, Das Brantas 466.900 bibit,  APBD II Dispertahutbun 152.565 bibit, APBD II LH 15.000 bibit, APBD II DKP 14.250 bibit dan dari CV. Halmahera sebanyak 50.000 bibit.

Dilaporkan oleh Joko Surono, penanaman pohon juga dilaksanakan sebagai sarana edukasi serta mengajak masyarakat untuk mandiri, menanam serta memelihara tanaman secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim maupun untuk merehabilitasi hutan dan lahan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa manfaat penanaman pohon adalah untuk menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsor maupun banjir di musim hujan. Selain itu fungsi hutan sebagai paru-paru dunia yang menyerap karbondioksida yang merupakan penyebab dari perubahan iklim. "Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pada lahan kritis, serta hutan rakyat,” tutur Joko Surono.

Dalam kegiatan penanaman sejuta pohon tersebut juga disampaikan sharing pendapatan getah pinus bernilai lebih dari Rp. 800 juta yang diserahkan secara simbolis, serta kerjasama antara TPA Srabah bersama Kompi Huko dalam pengelolaan hutan tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek, Dr. Emil Dardak menyampaikan bahwa saat ini dirinya sedang berada dilahan gundul, yang dalam waktu dekat akan dilakukan penghijaukan. "Pasalnya dari 1 juta 800 ribu bibit ada 300 ribu lebih bibit yang akan menghijaukan Kecamatan Bendungan," ungkapnya.

"Patut disyukuri hari ini diserahkan profit sharing getah pinus yang dapat mensejahterakan petani. Kedapan kita sudah berbicara dengan ahli untuk mengembangkan produk getah pinus ini tidak hanya untuk terpentin saja, melainkan beberapa produk turunan lainnya, seperti cat, lem dan yang lainnya. Selain itu yang dulunya limbah terpentin ini diambil Solo, kini bisa diambil Trenggalek sebagai bahan proses pembatikan," imbuhnya.

Bupati Emil menjelaskan bahwa banyak kejadian bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang diakibatkan adanya kerusakan alam. Sehingga perlu untuk kembali melestarikan alam dengan menanam pohon yang kuat menyerap air.

"Pada hari ini kita melaksanakan gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2016. Untuk melestarikan alam kita," ucap Emil.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Bendungan kedepan akan dibangun bendungan air untuk menampung air dan menjaga dari bencana alam. Emil juga mengatakan bahwa menurut Bupati Darso, untuk memakmurkan Trenggalek maka harus mempunyai minimal tiga bendungan yaitu di Tugu, Bendungan dan Kampak.

"Jangan pernah takut bagi yang terdampak bangunan ini, karena sesui pengalaman bendungan Nglinggis kita melakukan bukan ganti rugi melainkan ganti untung, bahkan itu kita lakukan ketika pemerintah pusat melakukan pemotongan anggaran daerah-daerah," terangnya.

 

Mengakhiri sambutannya Bupati Trenggalek mengajak semua elemen masyarakat untuk melestarikan dan menghijaukan alam untuk masa depan anak cucu bangsa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ratusan ekor burung serta penanaman pohon yang dilakukan bupati, wakil bupati dan seluruh tamu undangan yang hadir. (Humas)