Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Muspika Kecamatan Trenggalek, Forum Trenggalek Sehat, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), serta Komunitas Peduli Hutan Kota (Kompi Huko) menyelenggarakan Pentas Wayang Krucil dan Talkshow dengan tema "Hutan Kota GENRE (Generasi Berencana) Trenggalek Sehat", Minggu (20/11).

Acara yang digelar di Amphitheatre Alam Hutan Kota Trenggalek tersebut dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., Ketua Forum Trenggalek Sehat, Hj. Penny Sugiarti, S.Sos., Kepala BP3AKB, Ahmadi, M.M., Camat Trenggalek, Drs. Budiyanto, Ketua Kompi Huko, H. Ganief Tanto, serta para guru dan siswa SMA/SMK se-Kecamatan Trenggalek.

Acara tersebut bertujuan untuk menyelamatkan seni budaya dan hutan untuk generasi muda serta anak cucu di masa mendatang. Selain itu juga dilaksanakan penanaman pohon oleh siswa siswi SMA/SMK se-Kecamatan Trenggalek.

Ketua Forum Trenggalek Sehat, Penny Sugiarti, mengingatkan tentang pentingnya hidup sehat. Menurutnya sehat harus dimulai dari diri sendiri. "Sehat itu enak, kalau sehat aktivitas apapun enak, belajar enak, bekerja enak," tutur Bunda Penny.

"Jadi di Hutan Kota ini kita belajar bagaimana mencintai lingkungan, karena ini adalah fondasi untuk memulai hidup sehat," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Emil dalam sambutannya mengibaratkan hutan dalam tubuh manusia sebagai paru-paru. Sehingga sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan. "Jumlah hutan di wilayah Kabupaten Trenggalek merupakan 50 persen jumlah hutan di Jawa Timur, sehingga penting bagi kita untuk menjaganya. Kita berharap hutan di Trenggalek tetap menjadi bagian dari paru-paru Indonesia bahkan Dunia," ungkap Emil.

Selain itu Bupati Emil juga mengapresiasi penampilan kelompok seniman Wayang Krucil yang membawakan lakon sejarah Menak Sopal. "Kita sekarang punya laboratorium kriya, dan kalau memang keunikan wayang krucil ini merupakan ciri khas Trenggalek, kita akan lakukan langkah-langkah agar wayang krucil menjadi salah satu khas di Trenggalek," pungkas Emil. (Humas)